Salah satu ajaran Rasulullah saw, yang berkaitan dengan manajemen diri adalah Sukses dengan membiasakan diri untuk tidak bermental pengemis.

Salah satu hadis riwayat Abu Dawud, Nasai, dan Tirmidzi, dikisahkan bahwa seorang laki-laki dari golongan Anshor datang menghadap Rasulullah saw. Dia memohon agar Rasulullah saw memberinya sesuatu untuk dimakan.

Memang kamu tidak mempunyai sesuatu di rumah?”

tanya Rasulullah.

Tentu saja ada wahai Rasulullah. Saya masih mempunyai sehelai kain yang sebagiannya kami pakai dan sebagian lainnya kami hamparkan, serta sebuah gelas besar tempat kami minum air”.

Jawab laki-laki itu.

Nabi kemudian menyuruhnya membawa dan memperlihatkan barang-barang itu kepadanya. Si laki-laki Anshor itu lalu membawa barang itu dan menyerahkannya pada nabi.

Siapa yang akan membeli barang-barang ini?

kata nabi. Seorang laki-laki berkata,

Aku berani dengan harga satu dirham”.

Rasulullah menimpali,

“Siapa yang akan menambah lebih dari satu dirham?”.

Seorang laki-laki berkata,

Aku mengambilnya dengan harga dua dirham”.

Nabi kemudian memberikan dua barang itu kepada penawar terakhir dan mengambil dua dirham itu, lalu memberikannya kepada lelaki Anshor tersebut.

”Belikan makanan dengan salah satu dari dua dirham ini lalu berikan kepada keluargamu, dan belikan sebuah kapak dengan satu dirham lainnya kemudian bawalah kapak tersebut kepadaku”.

Si laki-laki Anshor itu pun bergegas melakukan apa yang diperintahkan Rasulullah SAW. Dia menyerahkan kapak yang baru dibelinya kepada Rasulullah SAW. Setelah itu, Rasulullah SAW memberikan pegangannya, lalu bersabda,

“Pergi dan carilah kayu bakar, kemudian juallah. Aku tidak ingin sama sekali melihatmu selama lima belas hari”.

Setelah mengerjakan perintah Rasulullah saw itu, datanglah laki-laki Anshor itu membawa 10 dirham kemudian membeli makanan dengan sebagian dari uang itu. Rasulullah bersabda,

“Ini lebih baik daripada kamu meminta-minta karena hal itu hanya akan menjadikan noda di wajahmu pada hari kiamat nanti”.

Ada beberapa hikmah sangat penting yaitu;

Pertama, hindarkan sikap meminta, sebab bisa melemahkan kegigihan jiwa untuk menghadapi hidup ini;

Kedua, Isi perut kita dari hasil keringat sendiri agar halal prestatif, bukan halal karena belas kasihan orang, apalagi karena sebel;

Ketiga, Berani menghadapi resiko psikologis dengan cara ada rentang waktu kegigihan tidak merengek-rengek minta bantuan misalnya 15 hari seperti terapi psikologis yang dilakukan Rasululullah saw.