Microsoft mendukung penuh dunia pendidikan di Indonesia melalui program Microsoft Education. 

Microsoft Education adalah program jangka panjang dari Microsoft yang mendukung dunia pendidikan, terdiri dari tiga sub-program, yang antara lain adalah DreamSpark (untuk SD, SLTP, SMU) yang menyediakan software-software pilihan bagi kegiatan belajar mengajar, BizSpark (untuk lulusan universitas) yang membuka pengetahuan serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berwiraswasta dan Partner in Learning [PIL] (untuk guru dan pengajar profesional).

Siti P Wulandari mengatakan bahwa program Microsoft Education ini pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2007, yang kala itu hanya menggaet institusi dari kalangan universitas saja.

“Bulan Maret Microsoft Education akan mulai menjalankan programnya untuk SD, SLTP & SMU. Dimulai penerapannya untuk 20 sekolah dasar di Yogyakarta,” jelas Ananta B Gondomono, Academic Program Manager, Microsoft Indonesia, di Jakarta, Kamis (10/2/2011).

Sub-program DreamSpark dari Microsoft Education, memberikan 20 software gratis termasuk Visual Studio 2010 Ultimate, Robotic Developer Studio 2008 R2, Visual Web Developer 2008, dan lain-lain.

“Gratis biaya untuk pendaftaran sekolah-sekolah. Mereka tinggal mendaftarkannya dengan mengklik http://www.microsoft.com/liveatedu. Syaratnya, sekolah-sekolah tersebut harus memiliki alamat domain sendiri,” kata Ananta Gondomono.

Microsoft Education telah bekerjasama dengan pihak universitas melalui program Microsoft Innovation Centre (MIC), yang bertujuan untuk merangsang siswa dalam berinovasi dan menciptakan solusi TI.

“Kampus-kampus tersebut adalah ITB, UI, UGM, ITS dan UPH,” kata Siti P Wulandari, Education Industry Marketing Manager.

“Lalu juga ada BizSpark yang ditujukan untuk para lulusan universitas. Tujuan dari sub-program ini adalah untuk memberdayakan usaha kecil pemula, yang telah diikuti oleh 160 UKM dengan target 250 UKM,” tambah Siti P Wulandari.

Untuk kalangan guru dan pengajar profesional, Ananta Gondomono, ada sub-program bernama Partner In Learning (PiL), yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengajar, agar terjadi perubahan pada sistem pendidikan, praktek pengajaran yang lebih inovatif, serta pembelajaran yang berpusat pada siswa.

“Tujuan dari Microsoft melalui program-program ini adalah untuk mengembangkan ‘knowledge-based society’ di Indonesia,” ujar Siti P Wulandari.

Lembaga riset dan analis Gartner memproyeksikan bahwa pada tahun 2020, 60 persen dari lembaga-lembaga pendidikan tinggi akan mentransformasikan seluruh sistemnya menjadi secara online. Bergeraknya dunia pendidikan menuju era sekolah digital abad ke-21 ditandai dengan semakin tingginya tuntutan siswa akan akses tak terbatas pada informasi.

Saat ini terdapat terdapat 165 ribu sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMU, dan sebanyak 4.500 universitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Total jumalh siswa di seluruh Indonesia mencapai 45 juta orang. Secara global di tahun 2015, angka siswa yang duduk di tingkat perguruan tinggi diperkirakan mencapai 250 juta orang.

“Jumlah angkatan siswa di Indonesia merupakan potensi besar yang harus diasah sejak dini, termasuk mendukung dengan penyediaan teknologi, dimana Microsoft berperan sebagai mitra setia,” papar Mutia Nandika, Education Lead PT Microsoft Indonesia.

Microsoft memiliki visi untuk meweujudkan masyarakat yang inovatif dan berbasis ilmu pengetahuan, dengan demikian Microsoft bertekad untuk menjadi mitra ekosistem yang terus bertumbuh untuk mendukung pencapaian visinya tersebut.