Di masa depan sampah luar angkasa akan menjadi masalah tersendiri bagi peradaban umat manusia. Sampah ini sendiri termasuk  termasuk satelit yang rusak, bagian roket yang tak terpakai, dan peralatan astronot yang terlepas.

“Sampah luar angkasa berbeda dengan sampah rumahan. Pasalnya, sampah seperti itu sulit untuk dihindari karena Anda tidak bisa melihat kedatangannya,” kata Donald Kessler, mantan peneliti di NASA, seperti dilansir Foxnews, Selasa (28/12/2010).

Parahnya lagi, benda-benda ini menjadi sangat berbahaya ketika menabrak pesawat luar angkasa, karena dapat mengganggu pesawat yang sedang mengorbit. Sampah ini juga bisa mengancam keselamatan penduduk jika jatuh kembali ke bumi.

Padahal kecepatan benda yang terbuat dari logam mencapai hingga 7,8 kilometer per detik. Ini semakin diperparah dengan keadaan, ada sekira 21 ribu benda berukuran 10 centimeter.

Departemen Pertahanan AS bahkan memperkirakan ada sekitar 300 ribu benda terbuat dari logam berukuran 1 centimeter atau kurang yang berkeliaran di angkasa luar.

“Menjadi pertanyaan besar, bagaimana membersihkan sampah-sampah luar angkasa itu. Bila dibiarkan, jumlah sampah itu akan terus bertambah,” tambah Kessler.